Imajie TV

Permainan Tradisional Sumbawa “Palentong” Resmi Masuk Tarkam Nasional Kemenpora RI 2025

Sumbawa, NTB — Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Sumbawa. Permainan tradisional khas daerah yang dikenal dengan nama Rabanga, kini resmi “naik kelas” menjadi Palentong dan untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam ajang Turnamen Antar Kampung (Tarkam) Nasional Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) Tahun 2025.

Turnamen ini resmi dibuka oleh Bupati Sumbawa, H. Syarafuddin Jarot, M.P, pada Jumat pagi (28/11/2025), yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Sumbawa. Kegiatan pembukaan turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa, Ketua TP-PKK Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa, Ketua GOW Sumbawa, serta Ketua Tim Tarkam Wilayah Timur Kemenpora.

Kegiatan ini diinisiasi oleh komunitas Semua Runners Sumbawa dan mendapat dukungan penuh dari Kemenpora RI serta Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Masuknya Palentong ke dalam Tarkam Nasional menjadi terobosan budaya yang sangat penting, karena menandai pertama kalinya permainan tradisional Sumbawa tampil di panggung olahraga nasional secara resmi.

Dari Rabanga ke Palentong: Tradisi yang Dimodernisasi

Palentong merupakan hasil modifikasi dan standarisasi dari permainan rakyat kuno Sumbawa, Rabanga, yang sejak dulu dikenal sebagai permainan lempar-menglempar yang mengandalkan ketepatan dan konsentrasi.

Menurut Dr. Yadi Imansyah, M.Or., Akademisi UNU NTB sekaligus Wakil Ketua KPOT NTB, Palentong dirancang agar memiliki aturan baku, sistem pertandingan, serta standar penilaian yang jelas, sehingga bisa dipertandingkan secara kompetitif layaknya cabang olahraga prestasi.

“Ini bagian dari upaya mengubah mindset bahwa Tarkam tidak selalu identik dengan sepak bola, tetapi juga bisa menjadi ruang kebangkitan olahraga tradisional berbasis kearifan lokal,” ungkapnya.

Antusiasme Tinggi, 60 Tim Ikut Bertanding

Antusiasme masyarakat terhadap Palentong tercatat sangat tinggi. Sebanyak 60 tim, dengan total sekitar 300 peserta dari berbagai desa di Sumbawa, ikut ambil bagian dalam kompetisi ini. Bagi masyarakat, Palentong bukan sekadar pertandingan, tetapi juga menjadi ruang nostalgia permainan masa kecil yang kini tampil dengan kemasan kompetisi bergengsi tingkat nasional.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa H. Syarafuddin Jarot, M.P menegaskan bahwa Tarkam Kemenpora bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga menjadi ruang pembinaan karakter bagi generasi muda.

Tarkam, menurut bupati, merupakan ruang bagi generasi muda untuk memperluas persahabatan, memperkuat sportivitas, dan menyalurkan bakat.
“Lapangan memang menjadi tempat bertanding, tetapi juga ruang untuk membangun karakter,” tegasnya.

Karena itu, bupati berharap penyelenggaraan Tarkam tahun ini menjadi momentum penguatan hubungan antarwilayah. Tarkam bukan sekadar perlombaan menang atau kalah, tetapi juga ajang komunikasi dan silaturahmi antar masyarakat.
“Junjung tinggi kejujuran dan sportivitas. Nilai itulah yang membuat olahraga lebih besar dari sekadar piala,” ujarnya.

Dukungan Pembentukan Karakter dari Ibu Permainan Rakyat NTB

Di tempat yang sama, Ibu Permainan Rakyat Provinsi NTB, Hj. Sinta Agathia Muhammad Iqbal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa permainan rakyat memiliki kontribusi besar bagi pembentukan karakter dan kemajuan generasi muda.

“Kegiatan Tarkam ini menjadi wadah yang menunjukkan sportivitas dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan,” ungkapnya.

Pemerintah daerah berharap Palentong dapat menjadi ikon baru olahraga tradisional Sumbawa, yang rutin dipertandingkan dalam berbagai momentum penting daerah, seperti HUT Kabupaten Sumbawa, hingga berpeluang tampil di ajang lebih besar seperti FORNAS (Festival Olahraga Rekreasi Nasional).

Kehadiran Palentong di Tarkam Nasional membuktikan bahwa permainan kampung pun bisa tampil di level kementerian dengan kemasan profesional. Dari tanah lapang desa hingga arena kompetisi nasional, Palentong menjadi simbol bahwa kearifan lokal Sumbawa memiliki daya saing dan nilai jual yang tinggi.

Sebuah kisah inspiratif tentang bagaimana tradisi, ketika dikelola dengan baik, mampu menjadi kebanggaan bersama sekaligus sarana pembentukan karakter generasi muda.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *