Imajie TV

Sam Smith: Dari “Stay With Me” ke Ikon Queer Paling Dibenci di Dunia Musik


Ketika mendengar nama Sam Smith, versi mana yang muncul pertama di kepala kamu? Apakah Sam Smith yang membawakan balad emosional Stay With Me dengan setelan rapi dan aura lembut,
atau Sam Smith era Unholy, dengan outfit flamboyan dan visual yang menuai kontroversi?

Dari Balad Romantis ke Panggung Grammy

Perjalanan Sam Smith dimulai pada 2012, saat ia tampil sebagai penyanyi featuring di lagu Latch (Disclosure), disusul La La La (Naughty Boy) yang mendominasi radio Inggris. Namun, pintu besar kesuksesan terbuka pada 2014 lewat album debut In the Lonely Hour.

Lagu-lagunya—Stay With Me, I’m Not the Only One, hingga Like I Can—meledak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Suara yang soulful, lirik yang rapuh namun jujur, membuat jutaan orang merasa terwakili. Ia menjadi simbol musisi balad: rapi, lembut, romantis.

Puncaknya, pada Grammy Awards 2015, Sam Smith membawa pulang empat piala:

  • Record of the Year
  • Song of the Year
  • Best New Artist
  • Best Pop Vocal Album

Masih di tahun yang sama, ia dipercaya menyanyikan soundtrack film James Bond – Spectre lewat lagu Writing’s on the Wall. Nama-nama yang pernah membawakan OST Bond sebelumnya bukan orang sembarangan—Paul McCartney, Madonna, Adele—dan Sam Smith masuk ke barisan itu. Ia menjadi artis yang dicintai semua orang. Namun ada bagian yang masih ia sembunyikan.

Fase Baru: Coming Out dan Identitas Non-Biner

Pada 2014, Sam Smith mengungkap bahwa dirinya adalah seorang gay. Banyak yang mengapresiasi keterbukaannya. Namun lima tahun kemudian, di 2019, Sam membuat pengumuman yang mengubah seluruh arah hidup dan kariernya:

“Aku adalah non-biner. Aku tidak merasa cocok dengan label laki-laki atau perempuan.”

Pengakuan ini bukan keputusan spontan. Sam membutuhkan bertahun-tahun untuk memahami dirinya, berdamai dengan pengalaman masa kecil, hingga akhirnya berani berbicara kepada publik.

Respon dunia? Terbelah. Ada yang memeluk Sam dengan dukungan, namun tidak sedikit yang menyerang dan mencemooh.

Transformasi Visual di Era Unholy

Setelah coming out sebagai non-biner, Sam mulai mengekspresikan diri tanpa takut dinilai. Fashion menjadi medium kebebasannya. Di video musik I’m Not Here to Make Friends (2023), Sam tampil dengan korset, net bodysuit, hingga elemen glamor yang jauh berbeda dari citra Sam Smith era balad. Penampilan ini memicu reaksi ekstrem: mulai dari pujian hingga cibiran “menjijikkan” dan “kebangetan”.

Kontroversi mencapai puncaknya pada Grammy 2023, saat Sam Smith dan Kim Petras membawakan Unholy. Panggung merah, efek api, visual teatrikal, hingga tanduk di kepala—cukup untuk membuat tagar: #GrammySatanic trending secara global.

Padahal lagu Unholy adalah kritik terhadap kemunafikan dan perselingkuhan, bukan ritual gelap. Tapi publik sudah menghakimi: Sam Smith = ancaman moral karena masyarakat melihat dan menilai.

Harga dari Menjadi Diri Sendiri

Sejak dirinya menunjukkan identitas sesungguhnya, Sam Smith menghadapi badai kebencian di media sosial. Setiap unggahan dihujat, Setiap penampilan dikritik, Tubuhnya diejek, Identitasnya dipolitisasi.

Sam bahkan pernah mengalami gangguan makan, depresi, dan masalah citra tubuh. Alih-alih empati, ia justru semakin disudutkan. Padahal ia bisa saja tetap aman: tetap menjadi good boy, memakai jas, dan menyanyikan balad sedih.Tapi ia memilih jalan yang berbeda.

“Aku hanya ingin bebas menjadi diriku sendiri.”

Keberanian dibayar mahal: karier dipertaruhkan, nama baik dipermainkan, kesehatan mental diuji.

Akhirnya, Ini Bukan Sekadar Perubahan Gaya. Bagi sebagian orang, transformasi Sam Smith adalah keberanian mencari jati diri. Bagi sebagian lainnya, itu adalah sensasi dan penyimpangan. Namun, satu hal jelas: Menjadi diri sendiri selalu memiliki harga. Entah itu kehilangan karier, kehilangan dukungan, bahkan kehilangan kedamaian.

Bagaimana menurut kamu? Apakah Sam Smith adalah simbol kebebasan, atau sekadar kontroversi yang disengaja atau sebuah penyimpangan? Tinggalkan pendapatmu di kolom komentar.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *